Museum Kereta Api Ambarawa

0
72
Museum Kereta Api Ambarawa
Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa adalah hanya satu museum kereta api di Indonesia. Kehadiran museum ini tidak terlepas dari cerita penjajahan Belanda di Bumi Pertiwi. Semenjak zaman kolonial Hindia-Belanda, Kota Ambarawa buat jadi jadi wilayah militer. Raja Willem I membuat stasiun kereta api di kota ini untuk mempermudah pengangkutan pasukannya. Stasiun kereta api dibikin pada tanggal 21 Mei 1873 serta dinamakan sesuai pendirinya yakni Koening Willem I yang tempati ruang seluas 127.500 m2.

Kereta Uap Sesudah kemerdekaan, stasiun ini masih dipakai oleh bangsa Indonesia. Tetapi bersamaan perubahan zaman, Stasiun Kereta Api Ambarawa seterusnya tidak kerja mulai tahun 1976. Selang beberapa saat, atas ide Gubernur Jawa Tengah waktu itu, almarhum Soepardjo Rustam serta Kepala PJKA, Soeharso, Stasiun Kereta Api Ambarawa buat jadi jadi Museum Kereta Api dengan koleksi awal 21 buah lokomotif yang turut berjasa dalam pertarungan, terutamanya yang dipakai untuk bawa juga Tentara Indonesia.

Paket Tour Jogja dari TripJogja, yang merupakan penyedia jasa travel agent wisata di Jogja yang melayani perjalanan wisata di Jogja. Nah, bagi kamu yang ingin berwisata di Jogja dapat menggunakan jasa dari TripJogja.

Koleksi Museum Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa
Museum Kereta Api Ambarawa

Antara 21 buah lokomotif yang ada, 4 salah satunya mempunyai catatan spesial. Contohnya saja loko C.1140 bikinan pabrik Henssel/Sasshel tahun 1891 jadi lokomotif paling tua dengan kecepatan 50 km/jam. Ada pula lokomotif terlambat serta terpendek ukurannya, yakni lokomotif bernomor B.2014.

Sesaat loko paling cepat ialah lokomotif bernomor C.2821 bikinan tahun 1921 dengan kecepatan 90 km/jam atau sama dengan 1050 tenaga kuda. Untuk lokomotif paling baru dengan berat paling berat ialah lokomotif bernomor C.5028.

Baca juga : The Lost World Castle Jogja

Bukan hanya lokomotif, Museum Kereta Api Ambarawa masih menaruh beberapa perlengkapan komunikasi kuno, seperti pesawat telephone, pesawat telegram morse, meja-kursi antik, genta penjaga serta wesel.

Wisata Alam – Wisata Sejarah

Museum Kereta Api Ambarawa tawarkan wisata alam dengan memakai kereta api bergigi dari Ambarawa-Bedono. Jarak perjalanan sejauh 9 km serta ditempuh dalam tempo 1-2 jam dengan kekuatan 90 tempat duduk. Kereta api ini didorong oleh satu mesin uap lokomotif yang memakai kayu jati jadi bahan bakar. Umumnya yang patuhi perjalanan ini ialah berombongan. Ini mengingat tariff yang relative mahal untuk 1x perjalanan. Tetapi, bila ingin tambah murah, pengunjung dapat nikmati perjalanan kereta api diesel dari Ambarawa ke arah Stasiun Tuntang, dimana panorama Rawa Pening serta persawahan dan gunung-gunung mungkin sensasi tertentu.

Museum Kereta Api Ambarawa banyak didatangi beberapa pelancong khususnya di hari libur. Mereka umumnya ada berombongan. Wisatawan asing, khususnya dari Belanda serta Belgia terhitung pengunjung teratur Museum Kereta Api Ambarawa. Lebih sekarang sedang diatasi pemugaran besar oleh PT KAI, yang konon beritanya akan hidupkan kembali jalan Ambarawa-Kedungjati. Ini ialah satu yang pantas kita nantikan tentu saja.
Jadi nantikan ditambah lagi?